Anak Kiyai dengan Anak Kiyai

9:13 PM


Banyak sekali analogi tentang jodoh. Seseorang akan berjodong dengan siapa seperti, orang yang baik akan berjodoh dengan yang baik. Orang yang tidak baik akan bertemu dengan jodohnya yang tidak baik pula. Tapi, gak jarang juga kita temui seseorang yang baik bertemu dengan jodohnya yang kurang baik. Katakan lah dari segi agama. Misalnya gak usah jauh-jauh sampai yang harus hafal Al Quran, yang sholatnya jarang, bahkan gak pernah, juga bisa ketemu sama yang sholatnya rajin, baca Al Quran gak pernah ketinggalan. Apa bisa kita menggunakan teori tadi pada setiap orang? No!

Ada lagi. Orang yang kaya harta akan ketemu dengan yang kaya harta, yang miskin harta akan ketemu dengan yang miskin harata, yang pendidikannya tinggi akan ketemu dengan yang pendidikannya tinggi dan sebaliknya. Teori-teori itu menurut saya hanya karena faktor pergaulan mereka yang juga sesama memiliki hal yang sama. Banyak juga yang kaya nikah dengan yang biasa aja, yang pendidikannya sampai lulus kuliah ada juga yang nikah dengan tang hanya lulusan SMA misalnya. Semua pasti ada faktor pendukungnya. 

Setiap orang punya jodoh impiannya masing-masing. Apa boleh seseorang yang dari kalangan biasa-biasa saja berharap bisa berjodoh dengan seseorang dari kalangan yang tidak biasa? Anak presiden, anak raja, anak konglomerat, atau bahkan anak kiyai. Dorrrr!!! Anak kiyai? Ya, itu mimpi gue bisa punya suami anak seorang kiyai. Almarhum ayah adalah seorang PNS dengan pengetahuan agamanya yang biasa-biasa saja, tapi beliau selalu menjalankan sholat 5 waktu di awal waktu. Hal yang masih sulit gue tiru dari beliau. Walau pun gue dikasih pendidikan agama yang baik sama orang tua dari kecil yaitu ikut pengajian di TPA dan juga ke guru ngaji, yang pasti gak sekedar untuk bisa membaca Al Quran tapi juga paham agama secara menyeluruh (biar pun tetep belum menyeluruh ya).  Kemudian 6 tahun gue masuk sekolah menengah berbasis islam. Ya. Gue mau punya suami seorang anak Kiyai. Setidaknya dia mengerti agama lebih dari gue, jadi gue masih bisa terus belajar sama dia. Tapi kebanyakan seorang Kiyai ingin memiliki menantu atau menjodohkan anaknya denga sesama anak Kiyai. Kalupun gak dijodohin, ya orientasi anak kiyai pasti gak jauh juga dari yang kemampuannya kayak dia juga. Hafal Al Quran, hafal hadist. Yaa paling banter anak lulusan pesantren. Pokonya begitu lah, yang kurang lebih bisa menyeimbangi.

Pernah seseorang yang saya kenal, dia (laki-laki) anak seorang kiyai lalu ada seorang perempuan mengaguminya, karena memang dia kini menjadi seorang pendakwah selesai dia menyelesaikan studinya di Kairo, Mesir. Apa yang diminta perempuan tersebut? Dia meminta orang tuanya untuk berbicara pada kiyai tersebut bahwa anaknya menyukai, dan berharap bisa dinikahi oleh anak kiyai tersebut. Tapi hal tersebut ditolak, dengan pertimbangan kiyai tersebut merasa kasihna kepada perempuan apabila menikah dengan anaknya, karena dikhawatirkan akan sulit untuk menyeimbangi kemampuan beragama tidak dari anaknya saja, tapi keluarga besarnya. Beberapa tahun kemudian anaknya pun menikah dengan seseorang yang gue kurang tau pasti istrinya itu anak kiyai juga atau bukan, tapi yang pasti istrinya adalaha lulusan pesantren.

Sekarang gue. Apa gue boleh punya harapan punya suami seorang anak kiyai? BOLEH! Kata siapa? KATA GUE! Mau apa lo? Biar pun gue bukan keturunan kiyai, tapi ada salah kalo gue mau nanti anak gue adalaha seorang keturunan kiyai yang pendidikan agamanya bisa lebih baik dari ibunya? Rasa penasaran gue alhamdulillah masih tinggi soal agama, terutama agama yang gue yakini. Yaitu Islam. Kenapa harus dengan sesama anak kiyai? Presiden juga mantunya anak dari orang tua yang bukan presiden. Kate Midleton juga bukan dari kalangan kerajaan. Kenapa, Pak Kiyai? Kenapa harus mengkastakan anak Bapak untuk menikah juga dengan sesama anak kiyai?

Okey. Gak semua memang seorang kiyai menjodohkan anaknya dengan sesama kiyai. Pernah nonton film Kiamat Sudah Dekat? Nah, pasti ada lah yang kurang lebih begitu. Tapi itu kan perempuannya yang anak kiyai. Lah gue? Jadi gimana gue bisa dilirik sama anak seorang kiyai, atau sama pak kiyainya deh buat beliau jadikan mantu? Gimana Ya Allah?

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Subscribe